Wednesday, 27 March 2013

Cara Pelaporan Penggunaan Dana BOS Online

Cara Pelaporan Penggunaan Dana BOS Online

Ada sedikit perbedaan antara Petunjuk Teknis atau JUKNIS BOS 2013 dengan sebelumnya. Perbedaan itu salah satunya terlihat dari perintah untuk memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah seperti yang sudah berlangsung selama ini.

Melalui Aplikasi Pendataan Sekolah data yang sudah diperbarui tersebut dikirim secara online. Dapodik akan digunakan sebagai sebagai dasar perencanaan dalam pelaksanaan program yang bersifat transaksional, seperti : penyaluran dana BOS, rehab, tunjangan guru, dan subsidi siswa miskin.

Mulai tahun 2013 seperti yang tercantum pada JUKNIS BOS 2013, Tim Manajemen BOS Sekolah bertugas dan bertanggung jawab untuk memasukkan data penggunaan dana BOS setiap triwulan kedalam sistem online melalui www.bos.kemdikbud.go.id. Dengan pelaporan dana BOS secara online berarti menambah tugas bendahara sekolah dalam mengelola dana BOS

Langkah-langkah pemasukan laporan dana BOS Online
1. Kunjungi website BOS Kemendikbud di sini
2. Untuk login ketikan Kode Registrasi Sekolah, dan Passwordnya adalah NPSN.
Kode registrasi adalah sama seperti kode registrasi sekolah yang digunakan Aplikasi Pendataan Sekolah
3. Setelah berhasil, tekanlah tombol "Ubah" kemudian masukkanlah data penggunaan dana BOS menurut 13 komponen
4. Jika sudah selesai mengisi data tekan tombol "Simpan". Data tsb akan terekam di sistem pelaporan.
5. Tekanlah "Log out" untuk keluar dari menu pemasukan data.

Jika Bapak Ibu mengalami masalah silahkan email ke: pelaporan.BOS@gmail.com dengan menyebutkan nama sekolah, Kode Registrasi dan NPSN 

Tunjangan Profesi Disalurkan Langsung ke Guru

Tunjangan Profesi Disalurkan Langsung ke Guru

Mulai tahun 2013 pencairan uang tunjangan profesi bagi guru yang sudah sertifikasi tidak akan melalui pemerintah daerah lagi. Tunjangan profesi akan langsung disalurkan ke rekening guru. 

Penyaluran dana tunjangan sertifikasi sebelumnya melalui pemerintah kota atau kabupaten sering kali terlambat diterima guru. Hal inilah yang mendasari kebijakan pemerintah untuk menyalurkan langsung uang tunjangan sertifikasi ke rekening guru.

Ketika evaluasi program pendidikan 2012 dan rencana tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh seperti dikutip dari Kompas.com (03/01/2013) mengatakan ”Setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh, pemerintah pengambil kebijakan akan menyalurkan langsung dana itu ke tangan guru,”.

Pemerintah mengalokasikan dana Rp 43 triliun untuk tunjangan profesi guru dari total anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 337 triliun di tahun 2013. Besarnya tunjangan profesi diterima guru adalah satu kali gaji pokok.

Dengan sistem penyaluran tunjangan profesi langsung ke rekening guru, diakui M. Nuh bukan hal yang mudah. ”Kami menyadari ini pekerjaan rumah yang sulit. Kami akan kawal dana itu agar benar-benar sampai di tangan guru,” kata M Nuh.

Sebelumnya menurut Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), keterlambatan penyaluran tunjangan profesi pada tahun 2012 terjadi karena terkadang anggaran tunjangan profesi guru diendapkan dulu dalam rekening birokrat daerah agar memperoleh bunga dari uang tersebut. Bunga uang yang diendapkan itu hanya dinikmati oleh kalangan birokrat di daerah. Ini jugalah yang menyebabkan mengapa waktu pemberian tunjangan guru itu berbeda-beda, seperti ada yang 3 bulan sekali, 6 bulan sekali.

Selain terlambat, menurut Ketua Pengurus Besar PGRI, uang tunjangan profesi yang diterima guru juga tidak utuh karena dipotong dinas pendidikan daerah dengan berbagai alasan. Kalaupun tidak dipotong, saat pencairan tunjangan profesi, guru diharuskan membeli berbagai perlengkapan pendidikan seperti laptop yang harganya lebih mahal dibandingkan harga pasar. 


Friday, 22 March 2013

Starts With A Question Agar Anak Aktif Bertanya

Starts With A Question Agar Anak Aktif Bertanya

Learning Starts With A Question Agar Anak Aktif Bertanya
Sering guru menemui peserta didik di kelasnya yang sulit untuk mengemukakan pendapat atau idenya, bahkan untuk bertanya pun tidak mau. Padahal dengan peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran, baik aktif bertanya atau berpendapat akan membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. 

Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan peserta didik dalam bertanya adalah dengan metode Learning Start With A Question (LSQ). Strategi ini dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pengembangan strategi dapat menciptakan kondisi belajar yang lebih menyenangkan dan dapat meraih prestasi belajar secara maksimal.

Learning Start With A Question adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar peserta didik aktif dalam bertanya, maka mereka diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya, yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Dengan membaca peserta didik memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari, sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. 

Learning Starts With A Question merupakan suatu model pembelajaran kooperatif, dimana sistem belajar dimulai dari pertanyaan-pertanyaan peserta didik yang bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif . Kegiatan ini dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar karena mereka akan saling berdiskusi, membuat pertanyaan untuk menyelesaikan tugas.

Langkah-langkah Metode Learning Starts With a Question
  1. Guru memberikan bahan bacaan untuk di bagikan kepada siswa.
  2. Guru meminta seorang siswa untuk mempelajari sendiri atau dengan teman.
  3. Guru meminta siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang sulit di pahami. Anjurkan untuk memberi tanda sebanyak mungkin, dan meminta mereka untuk membahas poin-poin yang tidak di ketahui yang di tandai dalam kelompok kecil.
  4. Di dalam pasangan atau kelompok kecil, guru meminta peserta didik untuk materi yang telah mereka baca.
  5. Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang telah di tulis oleh peserta didik.
  6. Sampaikan pelajaran dengan menjawab pertanyaan tersebut.

Kelebihan Learning Starts With A Question:
1) Merangsang aktivitas peserta didik dalam bentuk ide, gagasan dalam pemecahan masalah.
2) Membiasakan peserta didik untuk bertukar pikiran atau diskusi
3) Memberikan keterampilan kepada peserta didik untuk menyajikan pendapat, mempertahankan, menghargai dan menerima pendapat orang lain.
4) Cara berpikir peserta didik menjadi lebih luas dalam menyelesaikan suatu masalah.
5) Memutuskan hasil pemikiran bersama dan bertanggung jawab bersama-sama pula.

Kekurangan Learning Starts With A Question:
1) Tidak mudah menentukan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat peserta didik
2) Pembicaraan dimonopoli oleh peserta didik yang telah terbiasa dan terampil mengemukakan pendapat.

Bagaimana dengan Bapak Ibu? Apakah sudah pernah mencoba, atau tertarik untuk mencoba? Model pembelajaran Learning Starts With A Question ini bisa untuk melatih peserta didik untuk lebih aktif bertanya, sehingga proses pembelajaran bisa lebih dua arah dan peserta didik lebih aktif menyampaikan ide atau gagasannya. 


Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2013/03/starts-with-question-agar-anak-aktif.html#ixzz2OGMEJDc3

Metode Agar Siswa Menghargai Karyanya Sendiri

Metode Agar Siswa Menghargai Karyanya Sendiri

Ilustrasi (Admin)
Tidak mudah membuat siswa menjadi aktif terutama dalam mengemukakan ide maupun mengemukakan pertanyaan yang mungkin siswa tidak pahami. Kendala paling utama adalah masalah kepercayaan diri siswa. Terkadang siswa merasa tidak perlu bertanya dan mengharapkan teman yang lain bertanya hal yang sama dengan yang ia rasakan, atau karena menganggap pelajaran itu membosankan sehingga siswa tidak fokus terhadap apa yang sedang di terangkan oleh gurunya.

Salah satu metode yang ingin saya share mungkin agak aneh terdengar yang saya sebut Buy my Paper atau bahasa istilah pribuminya metode berdagang. Sesuatu yang paling penting dalam berdagang adalah proses bagaimana menjual atau menawarkan barang serta kualitas barang. Jika barang tersebut berkualitas tapi kita tidak bisa menjualnya maka akan rendah nilainya, begitu pula sebaliknya terkadang barang yang kurang baik jika dapat dipasarkan dengan baik maka bisa laku keras (bukan menipu konsumen).

Metode ini merupakan rangkaian metode yang bersifat kewirausahaan. Banyak orang memaknai kewirausahaan di sekolah hanya mengambil kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian yang menurut saya sangat sulit untuk diukur. Metode ini mengarahkan siswa agar setiap individu atau kelompok dapat menghargai hasil karyanya dan mampu menjual hasil karyanya entah dengan temannya maupun gurunya.
Saya hanya memaparkan garis besar metode ini dan bagi yang berminat dapat mengembangkan dengan berbagai kreasi.

Langkah-langkah
1. Berikan penugasan yang jelas kepada siswa produk/portofolio/paper apa yang akan dihasilkan siswa. Bisa berupa kerajinan tangan, lukisan, puisi yang disesuaikan dengan tema dan materi baik individual maupun kelompok.

2. Pastikan guru menyiapkan peralatan yang dibutuhkan siswa, bisa juga menugaskan siswa membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk hari itu (disini kita sudah bisa menilai kedisiplinan dan tanggung jawab siswa yang membawa perlengkapan) gunakan peralatan dan perlengkapan yang mudah diperoleh.

3. Guru memberikan contoh cara membuatnya dan siswa diharapkan memperhatikan guru dan dapat mengikuti langkah yang diberikan guru. Di sini peran guru memberikan penugasan yang menarik untuk siswa.

4. Berikan waktu untuk siswa menyelesaikan tugasnya dan saat itulah guru dapat berkeliling dan mengamati proses dan menilainya (antara lain nilai kerja sama). Guru harus cermat melihat siswa yang mendapatkan kesulitan untuk membimbingnya. Saya yakin jika tugas yang diberikan sesuai dan menarik otomatis siswa akan bertanya kepada guru (mungkin agak sedikit berisik karena banyak siswa yang bertanya, di sini guru bisa menggunakan peraturan kelas, misal jika ada yang bertanya tunjukkan jari dan jika melihat sudah menunjukkan jari yang lain harus bersabar, perlu latihan khusus untuk siswa).

5. Setelah selesai biasakan tidak langsung mengumpulkan hasil pekerjaan namun berikan waktu kepada siswa untuk menjual hasil karyanya. Misalkan si Doni menceritakan hasil lukisannya kepada guru dan teman-temannya. Untuk permulaan bisa menggunakan cara berikut: panggil siswa satu persatu ke meja guru dan mengumpulkan hasil penugasan, dan pada saat mengumpulkan guru bertanya pada siswa tentang hasil penugasan itu misal coba kamu ceritakan tentang lukisanmu. Jangan langsung berpikir "itu kan butuh waktu yang lama sementara waktu di kelas kan sedikit", semua tergantung manajemen waktu kita. Penugasan juga boleh dilakukan di rumah dan dipresentasikan atau dijual di sekolah.

6. Guru sebaiknya bertindak Objektif dalam penilaian dan menggunakan beberapa model penilaian. Misalkan gambar Rio terlihat jelek dibandingkan gambar Dino, namun ketika menjelaskan Rio terlihat bersemangat dan memiliki alur cerita yang seru sementara Dino hanya menerangkan seadanya. Disinilah guru mengetahui kemampuan siswa si Rio punya kelebihan dalam berkomunikasi lebih baik dibanding Dino walaupun gambar Dino lebih bagus. Model penilaian beragam tidak akan merugikan mereka berdua.

7. Metode ini tidak mungkin langsung sukses dilakukan perlu tahapan-tahapan dan pembiasaan, jika sudah terbentuk insya Allah kelas jadi rame namun berkualitas karena siswa menjadi aktif.

Contoh kasus :
1. Saya pernah menugaskan siswa untuk membuat layang-layang untuk diterbangkan di sekolah. Yang terjadi ada yang buat sendiri, ada yang dibuatkan dan ada yang membeli. Disana nilai tanggung jawab terlihat, bagaimana menjualnya, dilihat mana yang bagus (yang dibuatkan dan yang dibeli tidak termasuk) dan dapat terbang dengan sempurna. Keuntungannya adalah: ada peran orang tua yang membuat bersama anaknya untuk jaman sekarang sulit didapat, selain keterampilan tangan disana kita bisa mempelajari matematika dengan mengenal bentuk bangun datar dan menemukan luas dan kelilingnya (yang diukur layang-layang masing-masing siswa jadi hasilnya mungkin berbeda) dan juga pelajaran IPA materi angin dan lain-lain.

2. Saya pernah mendapatkan seorang siswa kelas 2 yang sangat diam. Beberapa kali saya tanya dia tetap sangat sulit menyampaikan sesuatu. suatu saat kelas 2 sedang kosong, kebetulan kosong saya isi dengan permainan membuat perahu kertas (persiapan spontan menggunakan kertas bekas dari ruang TU, mudah didapat dan sederhana), saya hanya mengajari dan membimbing siswa yang belum tahu (kebetulan TU membantu saya menjelaskan kepada anak-anak). Si anak pendiam tiba-tiba saja datang mendekati saya dan "menjual dirinya" dengan menyampaikan "Pak saya sudah bisa membuat perahu" dengan sangat jelas, hal tersebut membuat saya terharu.

Metode yang menyenangkan akan membuat siswa senang dan bersedia melakukan apa saja untuk mengikuti perintah dan materi sang guru. Dan saat itulah kita menemukan banyak keajaiban dari siswa-siswi kita.
Selamat berkarya kepada seluruh Guru / Pendidik semoga kita tetap akan abadi dikenang sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika banyak kekurangannya.

Download Kisi-kisi UKA Sertifikasi Guru 2013

Download Kisi-kisi UKA Sertifikasi Guru 2013

Uji Kompetensi Awal (UKA) merupakan salah satu tahap yang harus diikuti oleh calon peserta Sertifikasi Guru tahun 2013. UKA diperuntukan bagi calon peserta sertifikasi guru yang mengikuti melalui pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG). Setelah calon peserta sertifikasi guru lolos mengikuti UKA 2013, barulah mereka memiliki kesempatan untuk mengikuti PLPG.

Pelaksanaan UKA 2013 rencana akan dilakukan secara online bertempat di TUK yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Masing-masing calon peserta uji kompetensi akan mendapat Kartu Peserta Uji Kompetensi yang dicetak dari AP2SG. Bidang studi yang akan diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi guru yang telah ditetapkan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan Kisi-kisi Uji Kompetensi Awal bagi guru yang akan mengikutinya. Kisi-kisi UKA ini memberi gambaran kepada peserta tentang soal-soal yang akan di ujikan dalam UKA 2013. Kisi-kisi ini akan memudahkan guru dalam mempelajari materi dan menjawab soal yang diujikan. Kisi-kisi UKA diberikan sesuai dengan bidang studi tertentu yang diikuti guru dan jenjang pendidikan.

Untuk jenjang pendidikan sekolah dasar, terdapat Kisi-kisi Uji Kompetensi Awal Untuk Guru Kelas SD, Guru Penjas, Guru SDLB dan guru Paud-TK. Untuk Bapak-Ibu yang ingin mendapatkan kisi-kisi UKA bisa didownload di tautan di bawah ini:

Kisi-kisi UKA Guru Kelas SD [DOWNLOAD]
Kisi-kisi UKA Penjas dan Olahraga Kesehatan [DOWNLOAD]
Kisi-kisi UKA PAUD-TK [DOWNLOAD]
Kisi-kisi UKA Guru Kelas SDLB [DOWNLOAD]

Kisi-kisi di atas diperoleh dari website resmi Kemendikbud yaitu http://sergur.kemdiknas.go.id, Bapak Ibu juga dapat langsung mendapatkan Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal dari website tersebut dengan memilih bidang studinya terlebih dahulu. Jadwal pelaksanaan UKA 2013 ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, begitupun juga tempatnya. Nilai skor uji kompetensi menjadi salah satu pertimbangan penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2013. 

Wednesday, 13 March 2013

Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Hari ini (14/11/2012) fase perubahan kurikulum memasuki tahap kedua, yaitu konsultasi dengan Wakil Presiden RI Boediono. Setelah dilakukan pembahasan di lingkungan kementerian, selanjutnya adalah pemaparan draf perubahan kurikulum ke Wakil Presiden. Dari pemaparan tersebut terungkap bahwa nanti, jumlah mata pelajaran di sekolah dasar (SD) akan diringkas menjadi 7 yang sebelumnya 10 mata pelajaran.

Pramuka akan menjadi salah satu  dari tujuh mata pelajaran wajib untuk siswa SD pada tahun ajaran baru mendatang. Selain Pramuka, 6 mata pelajaran lain yang akan diajarkan di SD mulai tahun ajaran 2013/2014 adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani serta Olahraga dan Kesehatan.

Untuk tingkat SD, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Muatan lokal dan Pengembangan diri. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang. M. Nuh juga menjelaskan orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Kurikulum 2013 menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi. "Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata M Nuh

Pada kurikulum SD 2013 memiliki ciri khusus yaitu bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran tersebut akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.

Untuk mata pelajaran IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). 

Fase selanjutnya setelah presentasi pengembangan kurikulum 2013 ini kepada Wakil Presiden adalah uji publik. Sebelum kurikulum 2013 diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, akan diuji publik sekitar November 2012. 

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," jelas M Nuh

Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Hari ini (14/11/2012) fase perubahan kurikulum memasuki tahap kedua, yaitu konsultasi dengan Wakil Presiden RI Boediono. Setelah dilakukan pembahasan di lingkungan kementerian, selanjutnya adalah pemaparan draf perubahan kurikulum ke Wakil Presiden. Dari pemaparan tersebut terungkap bahwa nanti, jumlah mata pelajaran di sekolah dasar (SD) akan diringkas menjadi 7 yang sebelumnya 10 mata pelajaran.

Pramuka akan menjadi salah satu  dari tujuh mata pelajaran wajib untuk siswa SD pada tahun ajaran baru mendatang. Selain Pramuka, 6 mata pelajaran lain yang akan diajarkan di SD mulai tahun ajaran 2013/2014 adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani serta Olahraga dan Kesehatan.

Untuk tingkat SD, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Muatan lokal dan Pengembangan diri. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang. M. Nuh juga menjelaskan orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Kurikulum 2013 menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi. "Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata M Nuh

Pada kurikulum SD 2013 memiliki ciri khusus yaitu bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran tersebut akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.

Untuk mata pelajaran IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). 

Fase selanjutnya setelah presentasi pengembangan kurikulum 2013 ini kepada Wakil Presiden adalah uji publik. Sebelum kurikulum 2013 diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, akan diuji publik sekitar November 2012. 

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," jelas M Nuh

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/11/pramuka-akan-menjadi-mata-pelajaran.html#ixzz2NTr9Eo1b